Jatuh Cinta Bisa Mengubah Zat Kimia dalam Tubuh

Bookmark and Share
Jatuh Cinta Bisa Mengubah Zat kimia dalam tubuh. Siapa sih yang tak pernah jatuh cinta? hampir semua orang pernah merasakan namanya jatuh cinta.  Jika sedang jatuh cinta, seperti yang dikutip dari vivalife, Jantung berdebar, tangan berkeringat, senyum tak bisa hilang dari bibir tapi mulut sulit berbicara. Hal seru ini seringkali terjadi pada orang yang jatuh cinta. Proses yang melibatkan tak hanya hati tapi juga zat kimia pada tubuh.

Perasaan yang begitu kuat ketika jatuh cinta, akan dengan mudah mengubah zat kimia pada tubuh. Anda mungkin tak menyadarinya. Tak percaya? Ini buktinya.

Dopamin

Kesenangan yang berujung pada kecanduan. Jatuh cinta akan membuat dopamin, zat kimia yang merangsang kesenangan jadi lebih aktif. Ketika dilepaskan akan membuat Anda dan pasangan merasa gembira dan lebih enerjik saat bertemu.

Hal tersebut akan membuat Anda ingin mengalaminya lagi dan lagi. Dopamin juga berperan dalam perjudian dan penggunaan narkoba.

"Seseorang yang memiliki arti khusus bagi Anda dan lalu Anda sangat fokus dengan dirinya, karena sistem dopamin telah diaktifkan. Inilah yang memicu perilaku berorientasi pada tujuan, yaitu hanya ingin bersama pasangan," kata Helen Fisher, PhD, antropolog biologis, dikutip dari Health.

Oksitosin

Inilah zat kimia yang berperan besar menciptakan keintiman. Membuat seseorang jadi lebih perhatian, lembut dan bersikap manis saat jatuh cinta.

"Oksitosinlah yang membuat  pasangan jadi saling bersentuhan, berpelukan, berciuman, hingga bercinta," kata Fisher.

Level oksitosin tak hanya meningkat ketika wanita sedang jatuh cinta. Tapi juga ketika baru melahirkan ketika memproduksi air susu ibu dan menciptakan ikatan dengan bayi.

Testosteron

Meskipun testosteron dikenal sebagai hormon pria, tapi juga berperan penting pada wanita. Hormon ini membuat pria dan wanita saling tertarik secara seksual.

"Pria secara alami memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dibandingkan wanita, terutama pada air liur. Salah satu teori mengatakan bahwa ketika berciuman, transfer hormon ini dapat meningkatkan gairah seksual pada pasangan," ujar Fisher.

MHC

Histocompatibility complex (MHC),  satu set gen yang mengontrol permukaan molekul. Ini digunakan tubuh untuk memberitahu ketika muncul sesuatu yang baru. Tubuh kita memancarkan tingkat MHC melalui keringat dan bau badan, serta air liur. Ada berbagai macam jenis MHC, tetapi cenderung akan cocok pada pasangan yang jatuh cinta.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar